Activity

  • Warren Storgaard posted an update 1 month, 3 weeks ago

    1. Bentuk Konvensional.

    Bentuk Konvensional: yakni yang mempergunakan kabel makna dua dalam hubungan antar detector ke detector serta ke Perhimpunan. Kabel yang dipakai biasanya kabel listrik NYM 2×1. 5mm ataupun NYMHY 2×1. 5mm yang ditarik di dalam pipa conduit semisal EGA atau Clipsal. Pada instalasi yang cukup kritis kerap dipakai rantai tahan obor (FRC=Fire Resistance Cable) dengan ukuran 2×1. 5mm, paling utama untuk kabel-kabel yang menunjukkan ke Sidang dan sumber listrik 220V. Oleh karena mengenakan kabel isi dua, maka instalasi tersebut disebut beserta 2-

    fire alarm system . Selain itu dikenal agaknya tipe 3-Wire dan 4-Wire.

    2. Koordinasi Addressable.

    Sistem Addressable mayoritas digunakan dalam instalasi Fire Alarm dalam gedung superior, semisal hotel, perkantoran, supermarket dan sejenisnya. Perbedaan paling mendasar beserta sistem konvensional adalah di dalam hal Address (Alamat). Pada sistem tersebut setiap detector memiliki petunjuk sendiri-sendiri dalam menyatakan sebutan ID dirinya. Jadi titik kebakaran sudah biasa diketahui dengan pasti, karena panel dapat menginformasikan deteksi berasal atas detector yang mana. Berbeda dengan sistem jamak hanya menjelaskan deteksi berasal dari Zone atau Loop, tanpa mampu memastikan detector mana yang mendeteksi, benih 1 Loop atau Zone bisa berisi dari 5 bahkan 10 detector, apalagi terkadang kian.

    1. ROR (Rate of Rise) Heat Detector

    Heat detector diartikan sebagai pendeteksi penyisipan panas. Macam ROR ialah yang tertinggi digunakan waktu ini, karena kecuali ekonomis pun aplikasinya raya. Area deteksi sensor mampu mencapai 50m2 untuk martabat plafon 4m. Sedangkan untukplafon lebih tinggi, area deteksinya berkurang jadi 30m2. Martabat pemasangan max. hendaknya gak melebihi 8m. ROR banyak digunakan soalnya detector berikut bekerja bertolak pada kenaikan temperatur secara tangkas di wahid ruangan kendati masih berbentuk hembusan genting. Umumnya di dalam titik 55oC – 63oC sensor berikut sudah aktif dan membunyikan alarm bell kebakaran. Dengan begitu memedi kebakaran (diharapkan) tidak luang meluas di area lain. ROR super ideal untuk ruangan instansi, kamar hotel, rumah perih, ruang server, ruang dokumen, gudang kilang dan yang lain.

    2. Fix Temperature

    Fix Temperature termasuk juga di dalam Heat Detector. Berbeda dengan ROR, maka Fix Temperature segar mendeteksi pada derajat bergolak yang tepat tinggi. Maka dari itu cocok ditempatkan pada mandala yang lingkungannya memang sudah biasa agak-agak “panas”, seperti di ruang genset, basement, dapur-dapur foodcourt, kamar beratap genting, bengkel las dan sejenisnya. Alasannya, bila pada mandala itu dipasang ROR, jadi akan peka terhadap False Alarm (Alarm Palsu), sebab hembusan panasnya saja sungguh bisa menerbitkan ROR menangkap. Area efektif detektor macam ini diartikan sebagai 30m2 (pada ketinggian plafon 4m) alias 15m2 (untuk ketinggian plafon antara 4 – 8m). Seperti halnya ROR, kabel yang diperlukan dalam detector tersebut cuma 2, yaitu Pukal dan LC, boleh terbalik dan dapat dipasang refleks pada perdebatan alarm wisma merk apa saja. Semangat kontaknya diartikan sebagai NO (Normally Open).

    3. Smoke Detector

    Smoke Detector mendeteksi asap yang masuk ke dalamnya. Asap mempunyai partikel-partikel yang kian lambat semakin memenuhi ruangan smoke (smoke chamber) seiring dengan meningkatnya stamina kebakaran. Kalau kepadatan asap ini (smoke density) sudah melewati palang batas (threshold), maka pertalian elektronik dalam dalamnya bakal aktif. Tentang berisi pertalian elektronik, maka Smoke menitikberatkan tegangan.

    4. Flame Detector

    Flame Detector adalah pesawat yang rentan terhadap radiasi sinar ultraviolet yang ditimbulkan oleh hidup api. Akan tetapi detector berikut tidak meningkah pada lampu ruangan, infra merah alias sumber cahaya lain yang tidak ada hubungannya dengan nyala api (flame).